From fa406df11183b7604555e38b6b1d1d57247c662c Mon Sep 17 00:00:00 2001 From: hanherb Date: Mon, 26 Oct 2015 14:33:18 +0700 Subject: [PATCH] Update Latar Belakang --- materi | 20 ++++++++++++++++++++ 1 file changed, 20 insertions(+) diff --git a/materi b/materi index 4dcdd97..6db53bf 100644 --- a/materi +++ b/materi @@ -1,3 +1,23 @@ +Latar Belakang : +Metode pendidikan di Indonesia bisa di bilang masih sangat kurang. Sebagai gambaran, mari kita tengok kembali ke masa SMA. +Saat kelas 1 SMA, kita dipaksa memahami semua mata pelajaran yang ada. Ambil contoh, seorang anak bernama Budi sangat +menyukai robotik. Namun Budi tidak terlalu pandai dalam pelajaran biologi, kimia, dll. Tetapi kemampuan +fisika nya sangat luar biasa karena memang robotik memerlukan pengetahuan tentang fisika. Saat kenaikan ke kelas 2, +dia mendapat nilai yang kurang memuaskan pada pelajaran-pelajaran selain fisika. Alhasil, dia tidak naik kelas. +Secara tidak langsung, sekolah sudah menyia-nyiakan potensi luar biasa tersebut. + +Kasus lain, saat kelas 2. Misalkan Budi berhasil naik kelas 2, ada sistem penjurusan IPA/IPS. Lagi-lagi dengan sistem yang +kurang memuaskan, yaitu tes. Bagaimana jika Budi tidak lulus tes IPA hanya karena biologi dan kimia nya jelek? Dia jadi +tidak bisa mendapat ilmu fisika yang sebenarnya dapat mendukung potensinya. + +Begitu juga dengan tes masuk Perguruan Tinggi Negeri. Yang di ujikan semua pelajaran SMA. Sedangkan jurusan yang ingin +dimasuki adalah yang sesuai minat dan bakat. Memang seharusnya pendidikan yang efektif adalah yang mendukung minat +dan bakat seseorang. Didukung dengan ilmu-ilmu wajib seperti matematika dasar, bahasa inggris, dan pengetahuan umum. +Tidak perlu semua orang harus mengerti integral atau logaritma yang ternyata seumur hidup tidak digunakan ilmunya +karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang di inginkan. +-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- + + Sistem kita di peruntukan untuk Universitas Paramadina Lebih ke cara penyampaian saat proses belajar agar lebih interaktif dan terasa lebih menyenangkan.