forked from nadyazahra/funlearning
-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Expand file tree
/
Copy pathmateri
More file actions
38 lines (31 loc) · 2.96 KB
/
materi
File metadata and controls
38 lines (31 loc) · 2.96 KB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
Latar Belakang :
Metode pendidikan di Indonesia bisa di bilang masih sangat kurang. Sebagai gambaran, mari kita tengok kembali ke masa SMA.
Saat kelas 1 SMA, kita dipaksa memahami semua mata pelajaran yang ada. Ambil contoh, seorang anak bernama Budi sangat
menyukai robotik. Namun Budi tidak terlalu pandai dalam pelajaran biologi, kimia, dll. Tetapi kemampuan
fisika nya sangat luar biasa karena memang robotik memerlukan pengetahuan tentang fisika. Saat kenaikan ke kelas 2,
dia mendapat nilai yang kurang memuaskan pada pelajaran-pelajaran selain fisika. Alhasil, dia tidak naik kelas.
Secara tidak langsung, sekolah sudah menyia-nyiakan potensi luar biasa tersebut.
Kasus lain, saat kelas 2. Misalkan Budi berhasil naik kelas 2, ada sistem penjurusan IPA/IPS. Lagi-lagi dengan sistem yang
kurang memuaskan, yaitu tes. Bagaimana jika Budi tidak lulus tes IPA hanya karena biologi dan kimia nya jelek? Dia jadi
tidak bisa mendapat ilmu fisika yang sebenarnya dapat mendukung potensinya.
Begitu juga dengan tes masuk Perguruan Tinggi Negeri. Yang di ujikan semua pelajaran SMA. Sedangkan jurusan yang ingin
dimasuki adalah yang sesuai minat dan bakat. Memang seharusnya pendidikan yang efektif adalah yang mendukung minat
dan bakat seseorang. Didukung dengan ilmu-ilmu wajib seperti matematika dasar, bahasa inggris, dan pengetahuan umum.
Tidak perlu semua orang harus mengerti integral atau logaritma yang ternyata seumur hidup tidak digunakan ilmunya
karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang di inginkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sistem kita di peruntukan untuk Universitas Paramadina
Lebih ke cara penyampaian saat proses belajar agar lebih interaktif dan terasa lebih menyenangkan.
Agar pengajar dan juga pelajar tidak merasa bosan, males-malesan, berpikiran yang penting lulus dan
hal-hal negatif yang lain tapi agar baik pelajar menjadi menyukai pelajaran, memiliki rasa ingin tahu
(tentang hal yang berkaitan dengan pelajaran) yang tinggi, selalu ingin mencoba, dan bahkan menjadi addicted
dengan pelajaran. Tidak hanya dengan satu atau dua pelajaran yang paling disukai baru merasa begitu tapi juga
untuk ke sebagian besar pelajaran yang diajarkan.
Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif diperlukan perbaruan dan perbaikan terhadap sistem mengajar
yang ada saat ini. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah memastikan penyampaian pelajaran
dengan se-attractive mungkin.
Apa maksudnya dengan se-attractive mungkin? maksudnya, selain menarik, menyenangkan, tidak membosankan,
dan variatif dalam penyampaiannya, pengajar juga diharuskan menggunakan media, alat bantu yang membuat proses
pembelajaran menjadi sangat asyik, juga didalamnya terdapat unsur kreativitas dan sesuatu yang dapat mendorong
pelajar agar menaikat minat dan keinginannya untuk belajar dan merasa seperti "bermain sambil belajar” saat
belajar tapi juga dapat memenuhi standar dan kurikulum pendidikan.